Menjelang detik-detik menutup mata, seorang ayah berpesan kepada kedua anak laki-lakinya yang kembar.
"kelak kalian kalau sudah dewasa, jika kalian berangkat bekerja kalian tidak boleh terkena cahaya matahari dan jangan sampai kalian menagih utang kepada siapapun orang itu"
Hari demi hari mereka jalani tanpa kasih sayang seorang ayah.Mereka berdua tumbuh normal.Hingga tahun-tahun bergulir begitu cepat.Mereka sudah dewasa.Namun, ekonomi anak bungsu pas-pasan, berbeda dengan anak sulung yang ekonominya cenderung terus meningkat.Ibu heran.Kemudian Beliau menanyakan keadaan tersebut.Pertama Beliau mendatangi kediaman anak bungsunya.
"Nak, adakah masalah dalam pekerjaanmu sehingga engkau hidup seperti ini?"
"Saya seperti ini karena menuruti nasihat Ayah"
"hmm?"
"Ayah berpesan bahwasanya saat berangkat ataupun pulang kerja aku tidak boleh terkena cahaya matahari,sehingga aku harus menghabiskan uangku untuk naik angkot.Ayah juga berpesan jangan pernah kau menagih utangmu pada siapapun sehingga modalku habis diutang mereka"
Bingung membimbing Ibu untuk menanyakan apa yang membuat anak sulungnya sukses.
"Nak, apa rahasiamu sehingga kau sesukses ini?"
"Aku hanya menaati nasihat Ayah,Bu"
"mengapa bisa begitu?"
"Ayah berpesan jangan sampai terkena cahaya matahari ketika berangkat dan pulang kerja, maka aku berangkat subuh dan pulang setelah maghrib dan Ayah juga berpesan bahwa aku tak boleh menagih utang yang dipinjam padaku, maka aku tak meminjamkan uangku."
Ibu hanya tersenyum bangga mendapati jawaban anak sulungnya.
Bualanku
|
This entry was posted on 21.38 and is filed under
Bualanku
. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.






0 komentar: