Pada suatu hari d sebuah tempat,ada keluarga kecil yg hidup dg pas-pasan tetapi mereka bahagia.Mereka hidup berempat,seorang bapak dg tiga orang anaknya yg masih kecil.dua anaknya lai-laki dan seorang lagi perempuan.Mereka bernama Abdul,Hidayat,dan Aisyah.Mereka sekolah nyambi jualan makanan kecil,sehingga dari kecil mereka sudah terbiasa dg bekerja keras.
Mereka tumbuh dewasa dg baik,dan mempunya cita-cita sendiri-sendiri.Abdul memutuskan untuk mengikuti program pemerintah,yaitu tranmigrasi.Sedangkan Abdul memilih mengadu nasib di ibukota Jakarta,kota besar yg penuh dg godaan hidup.Dan si bungsu Aisyah memilih untuk teteap tinggal di rumah merawt bapak mereka yg sudah tua renta.Abdul bertransmigrasi ke Sumatra,di Lampung tepatnya.Disana dia menjadi petani palawija yg hidup dg pas-pasan.
Sedangkan Hidayat sangat beruntung,dia diterima di instansi pemerintahan.Hidayat hidup dg serba kecukupan.Tetapi dia masih belum puas dg harta yg sudah dia dapatkan.Akhirnya dia memutuskan untuk berjualan narkoba,karena dia berpikir dg cara ini dia bias mendapatkan uang lebih banyak dg waktu singkat.
Awalnya tak ada masalah dg bisnis haram yag telah ia lakoni tetapi,sepandai pandai tupai melompat pasti akan jatuh.Dia tidak pernah memberi tahu kepada keluarganya kalau dia melakukan bisnis haram itu.Karena dia takut akan mengecewakan keluarga.
Sementara itu,keadaan bapak mereka di rumah sangat memprihatinkan.Setiap hari bapak menangis karena rindu dg anak anaknya dan ingit melihat cucunya.Mereka belum pernah bertemu selama bertahun tahun.Bulan Ramadhan pun dating,kerinduan sang bapak semakin menjadi jadi.Waktu terus berjalan dan takbir telah berkumandang dimana mana.
Sang bapak sangat berharap Hidayat bisa pulang pada Hari Raya kali ini.Dia hanya berharap Hidayat yg pulang karena keadaan ekonomi Abdul tidak memungkinkan. Menunggu dan terus menunggu.Tetapi,sampai solat id dimulaipun Hidayat belum datang.Akhirnya orang yg selama ini dinanti atang juga,Hidayat datang dg istri dan kedua anaknya.Tetapi dia pulang kerumah dg status buronan polisi.awalnya mereka bersuka ria dg datangnya Hidayat dan keluarga.
Tetapi tak lama setelah itu beberapa personel polisi datang untuk melakukan penangkapan kepeda Hidayat.Tetapi,bapaknya yg tak tahu apa apa mencoba untuk melindungi anak kesayangannya itu.Setelah polisi menjelaskan apa yg terjadi,bapak menangis sejadi jadinya.
Tiap hari bapak terus menangis dan menangis.Sedangkan di penjara Hidayat hanya bias menyesali apa yg telah ia perbuat.Akhirnya,bapak jatuh sakit,dan kelamaan penyakit bapakpun semakin parah.Akhirnya bapak meninggal dunia dg membawa kesedihan yg amt mendalam di dalam hatinya.
Dan Hidayat,mulai dia ditangakap sampai bapaknya meninggal dia tidak pernah bertemu dg bapaknya,dia menjadi stress berat dan akhirnya dia bunuh diri.








0 komentar: